headerphoto

PELAJARAN DARI BURUNG KAKAKTUA (RG)

Sabtu, 25 April 2009 22:12:36 - oleh : admin

 

PELAJARAN DARI BURUNG KAKAKTUA

Biasanya kita menganggap bahwa burung kakaktua merupakan slah satu ninatang yang pintar. Bulunya yang lembut dan indah semakin menambah daya tariknya. Tetapi, tahukan anda kalau burung kakaktua mempunyai kelemahan mendasar ?

Pertama, terjebak dalam bayang-bayang belenggu. Biasanya untuk menjinakkan burung kakaktua, seseorang kaan mengikat kakinya dengan rantai dan diikatkan pada sebatang besi untuk bertengger. Di bulan-bulan pertama burung kakaktua tersebut akan berusaha terbang, tetapi tidak bisa karena kakinya dirantai. Beberapa waktu berikutnya dia tidak akan berusaha lagi untuk terbang. Dia sudah putus asa karena selalu gagal saat berusaha terbang. Setelkah beberapa bulan, pemilik akan melepaskan ikatan di kakinya. Burung kakaktua itu akan tetap berada disitu. Kalaupun terbang, tiodak akan terbang jauh-jauh dari tempatnya. Hal ini disebabkan karena dia menganggap dirinya tidak bisa terbang jauh seperti dulu lagi. Hal ini merupakan pelajaran bagi kita karena kita sering terjebak dalam bayang-bayang belenggu dosa. Iblis seringkali memakai cara ini untuk menipu kita. Karena terlalu sering gagal untuk mengalahkan dosa, kita mengira bahwa kita tidak akan pernah berubah. Kita putus ada, kita menyerah pada kelemahan tersebut. Padahal Tuhan Yesus sudah melepaskan belenggu itu dari kita, tetapi kita bersikap seolah-olah masih terbelenggu. Kita tidak sadar bahwa hidup kita sudah dimerdekakan dari belenggu dosa . Kemenangan atas dosa tidak pernah kita rasakan. Betapa menyedihkan jika kita terus menerus membiarkan hal tersebut. Untuk itu yakinilah bahwa, "Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan." Galatia 5:1

Kedua, kebiasaan meniru. Jika dilatih, burung kakaktua akan bisa menghafal begitu banyak kata-kata. Tetapi apa yang dia hafal merupakan tiruan dari suara yang sering dia dengar saja. Jika yang sering didengar msuara yang baik dan indah, maka dia akan mengeluarkan suara yang baik dan indah. Tetapi sebaliknya jika dia sering mendengar suara yang tidak baik, maka dia akan mengeluarkan suara yang tidak baik pula. Burung kakaktua hanya meniru, tidak mempunyai ide sendiri. Hal ini merupakan pelajaran bagi kita untuk tidak ahanya meniru orang lain atau lingkungan, karena ini sangat berbahaya. Orang yang biasa meniru, suatu saat bisa meniru yang tidak benar. Paulus mengingatkan "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." Roma 12:2

Marilah kita menjadi pribadi sesuai dengan kehendak Tuhan. Untuk itu, kita perlu mengembangkan semua bakat dan talenta yang kita miliki. Jangan berhenti mencoba dan jangan putus asa kalau mengalami kegagalan. (Manna Sorgawi Maret 2009 No.132 th XI)

 

 

kirim ke teman | versi cetak

Berita "RENUNGAN (RG)" Lainnya