headerphoto

SEPULUH TULAH (PD)

Minggu, 19 April 2009 19:22:04 - oleh : admin

 

SEPULUH TULAH

Keluaran 6-12

 

PENDALAMAN ALKITAB 16 April 2009

Oleh Yoel Ajaib Firmanto

 

Suatu peringatan bagi kita bagaimana saat kita menghadapi kesulitan → kita harus tetap berharap kepada Tuhan. Tuhan telah benar-benar menyatakan kuasa-Nya melalui Musa saat menghadapi Firaun yaitu dengan sepuluh tulah, yang menyebabkan kesakitan amat sangat, kesusahan serta masalah bagi orang-orang Mesir. Sepanjang sembilan tulah pertama Firaun sentiasa menolak untuk melepaskan umat Tuhan. Tanda pertama adalah tongkat Harun yang berubah menjadi ular. Kemudian Firaun memanggil ahli-ahli sihirnya dan mereka melakukan perkara yang sama. Setiap orang melontar tongkatnya dan semuanya menjadi ular. Firaun memikirkan bahawa ahli-ahli sihirnya itu adalah lebih baik daripada Tuhan. Kuasa iblis/kegelapan juga dapat mengadakan mujizat. Namun tongkat Harun telah menelan semua tongkat mereka itu. Firaun masih tidak percaya dan dia tidak mendengar kepada Musa dan Harun.

SEPULUH TULAH :

1). Air menjadi darah. : Mengapa Allah membuat sungai Nil menjadi darah? Sungai Nil memiliki arti yang sangat penting untuk Mesir. Selain untuk keperluan pertanian dan alat transportasi, sungai Nil juga merupakan pusat penyembahan kepada dewa-dewa Mesir. Bagi orang Mesir kuno, Nil adalah nama dari dewa sungai. Tindakan Tuhan membuat sungai Nil berubah menjadi darah merupakan penghinaan berat kepada Mesir karena menyingkapkan ketidakberdayaan dewa-dewa Mesir. Demikianlah Allah menunjukkan bahwa Ia adalah Allah yang patut disembah dan ditakuti. Bumi dan segala isinya berada di bawah kedaulatan kuasa-Nya.

2). Katak : Katak muncul dari sungai, Ahli sihir membuat demikian lewat mantera, tetapi Firaun tetap mengeraskan hati.

3). Nyamuk (kutu): Muncul nyamuk menyerang pada manusia dan binatang. Ahli sihir mesir gagal → ini menunjukkan bahwa kekuatan manusia ada batasnya. Saat ini muncul pengetahuan modern yang berusaha melebihi kekuasan Tuhan.

4). Pikat (lalat) :Muncul lalat pikat, kecuali di gosyen (tempat tinggal bangsa Israel) → menunjukkan bahwa ada perkecualian/ keistimewaan bagi umat pilihan-Nya.

5). Penyakit sampar pada ternak: Ternak mati, kecuali ternak Israel. Ada pemisahan / perbedaan cara hidup orang Kristen dengan dunia.

 6). barah : Barah memecah sebagai gelembung yang memecah pada manusia dan binatang. Tetapi Firaun tetap mengeraskan hati.

7). Hujan es : manusia, hewan, tumbuhan, mati.kecuali gosyen.

8). Belalang:  Firaun gambaran kehidupan iblis/kejahatan. Dalam hal beribadah tidak dapat diwakilkan : tua, muda, anak lelaki, perempuan, kambing-domba, lembu-sapi (harta benda sebagai korban).

9) Gelap gulita:  Firaun mengijinkan untuk beribadah, tetapi ternak harus ditinggalkan, sedangkan ternak bagian untuk ibadah. Firaun tetap mengeraskan hati

10) Kematian anak sulung Mesir: Kematian di seluruh rumah tangga mesir dan akhirnya Firaun sadar. Israel diusir keluardan kemudian meminta/merampasi harta orang mesir.

Manusia tidak dapat membatasi tindakan Allah. Allah berkarya dalam alam semesta supaya manusia dapat mengenal Dia Maz. 19:2-7. Allah bertindak dalam alam semesta untuk mencapai tujuan-Nya, yaitu membawa kita kepada pengakuan bahwa Ialah Pencipta alam semesta ini. Renungkanlah tindakan-tindakan Allah yang hebat dalam kehidupan kita!

Mazm. 33:8.Tujuan pemberian tulah adalah untuk menyatakan bahwa Allah yang tinggi itu harus disembah dan tidak boleh diabaikan  "Siapakah TUHAN itu yang harus kudengarkan firman-Nya? Unsur kasih Allah jelas terlihat dari tujuan Allah untuk menyadarkan mereka agar berbalik dan mengenal-Nya sebagai Allah atas seluruh bumi.

Kita harus selalu mengingat bahwa adanya masalah berat, bencana, dan penderitaan tidak selalu berarti bahwa Allah sedang menghukum kita. Bila masalah, bencana, dan penderitaan itu terjadi karena kesalahan atau dosa kita sendiri, kita harus mengintrospeksi diri dan bertobat. Masalah, bencana dan penderitaan juga bisa membuat kita semakin mengenal kasih Allah melalui kekuatan dan perlindungan yang Allah berikan kepada kita. Kel. 9:16. Mengapa tindakan Allah membebaskan bangsa Israel harus dilakukan dengan menimpakan sepuluh tulah kepada bangsa Mesir? Bukankah sebenarnya mudah bagi Allah untuk melepaskan bangsa Israel? Sebenarnya Allah bukan sengaja berlama-lama atau memperlambat tindakan pembebasan-Nya, tetapi semuanya itu terjadi karena Allah memiliki rencana besar. Allah berfirman kepada Musa pada 11:9, "Firaun tidak akan mendengarkan kamu, supaya mujizat-mujizat yang Kubuat bertambah banyak di tanah Mesir." Melalui banyaknya mujizat berupa sepuluh tulah yang ditimpakan kepada bangsa Mesir, Allah ingin agar manusia mengakui kebesaran-Nya.

Rencana besar Allah selalu mengacu kepada diri-Nya, untuk kebesaran dan kemuliaan-Nya. Kekerasan hati Firaun dan kesepuluh tulah yang menimpa bangsa Mesir merupakan "alat" di tangan Allah untuk melaksanakan rencana-Nya.  Bila rancangan Allah sulit untuk kita pahami, percayalah bahwa Allah pasti memiliki maksud baik bagi kita. Kadang-kadang kita sulit memahami situasi dan kondisi yang kita hadapi. Allah seakan-akan membiarkan kita atau berlama-lama seakan-akan tidak peduli dengan kesulitan kita, sehingga kita menjadi marah dan tidak puas kepada Allah. Sesungguhnya Allah selalu memiliki rencana besar yang bertujuan untuk mengarahkan kita kepada pemahaman dan pengakuan akan kebesaran kekuatan dan kemuliaan-Nya. 

Yeremia 29:11 

"Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." Yeremia 29:11 Amin

 

 

 

kirim ke teman | versi cetak

Berita "PENDALAMAN (PD)" Lainnya