headerphoto

ROH KUDUS

Minggu, 1 Maret 2009 17:24:18 - oleh : admin

ROH KUDUS

 


Alkitab dengan tegas menyatakan bahwa Roh Kudus memiliki atribut-atribut Ilahi dan mempunyai otoritas Ilahi. Sejak abad keempat hampir semua sepakat bahwa Roh Kudus adalah Pribadi, juga sepakat bahwa Roh Kudus adalah Allah. Dalam PL Sering dikatakan "Allah berkata" atau "Roh berkata". Dalam PB secara jelas dapat dilihat dalam Kisah Para Rasul  5:3-4.

Atribut-atribut Ilahi dari Roh Kudus: Roh Kudus maha Tahu (1Kor. 2:10-11, Mazmur 139:7-8). Roh Kudus juga bekerja pada waktu Penciptaan (Kej. 1:1-2).Ke-Illahi-an  Roh Kudusdapat dilihat pada  2 Kor. 13:14


Kepribadian Roh Kudus

Pada  waktu kita berbicara mengenai kepribadian Roh Kudus, kita bermaksud bahwa anggota ketiga dari Tritunggal adalah seorang Pribadi dan bukan suatu kekuatan (Yohanes 16:13). Karena Roh Kudus  adalah Pribadi maka  memungkinkan kita untuk menikmati hubungan yang bersifat pribadi dengan Dia.

Selain itu kita dipanggil untuk tidak berbuat dosa, melawan, menentang atau mendukakan Roh Kudus. Kedukaan hanya dapat dialami oleh seorang Pribadi. Kita dapat berdoa kepada Roh Kudus. Peranannya dalam doa adalah untuk membimbing kita dalam mengekspresikan diri kita secara benar kepada Bapa. Seperti halnya Yesus menjadi pengantara kita menjadi Imam Besar, demikian pula Roh Kudus menjadi pengantara kita di dalam doa.

Penampilan Roh Kudus dalam menjalankan tugas-Nya, Roh Kudus menghibur, membimbing dan mengajar orang pilihan (Yoh. 16).Orang Kristen bukan hanya sekedar mengakui bahwa Roh Kudus ada, tetapi juga harus menaati, mencintai dan menyembah sebagai Pribadi ketiga dari Allah Tritunggal.


Iluminasi / Penerangan Roh Kudus.

Meskipun Firman Tuhan itu sendiri merupakan terang bagi kita, namun kita membutuhkan penerangan tambahan supaya kita dapat dengan jelas menerima terang itu. Roh Kudus yang sama yang telah menginspirasikan Firman Tuhan, bekerja untuk menerangi Firman Tuhan supaya kita dapat memahami dan menerimanya. Dia memberikan penerangan tambahan pada terang itu. Ini merupakan pekerjaan Roh Kudus. Dia menolong kita untuk mendengar, menerima dan secara tepat mengerti berita Firman Allah (1 Kor. 2:9-11)

Roh Kudus menolong kita untuk mengerti Alkitab. Untuk menyakinkan kita  akan kebenaran Firman Tuhan dan untuk mengaplikasikan kebenaran itu ke dalam kehidupan kita. Dia bekerja dengan Firman dan melalui Firman, tidak pernah mengajarkan hal yang bertentangan dengan Firman Tuhan. Oleh Karena itu kita harus terus menguji apa yang kita dengar dengn Firman Tuhan. Firman Tuhan merupakan buku Roh Kudus.


Roh Kudus Sebagai Penghibur.

Pengajaran Tuhan Yesus di malam terakhir sebelum kematian-Nya, Dia berbicara penjang lebar mengenai Roh Kudus (Yohanes 14:16). Dari parakletos yang artinya penghibur, penolong, penasehat.

Hal pertama yang perlu kita perhatikan adalah Yesus berjanji akan adanya penolong yang lain. Apabila Yesus berkata bahwa Roh Kudus adalah penolong yang lain, maka itu berarti sudah ada penolong sebelum-Nya. Perjanjian Baru dengan jelas menerangkan bahwa penolong yang pertama sebelum kedatangan Roh Kudus adalah Yesus sendiri (1 Yoh. 2:1)

Roh Kudus menjalankan lebih dari hanya satu tugas. Salah satu tugas-Nya adalah menolong orang percaya untuk menyatakan kebutuhannya kepada Allah Bapa. Paulus menulis kepada jemaat di Roma :

8:26 Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.

Markus 13:11 Hubungan orang percaya dengan dunia

Konsep penolong, penghibur dan penasehat juga termasuk peran seorang penghibur.

            Roh Kudus tinggal di dalam orang-orang percaya, bekerja di dalam kita supaya mempunyai hati dan hidup yang benar. Roh Kudus  ada di dalam orang percaya dan bekerja bersama dengan orang percaya, tetapi Ia tidak menjadi orang percaya itu. Roh Kudus  bekerja di dalam diri orang percaya untuk menghasilkan orang percaya yang kudus, bukan semacam makhluk Ilahi. Pada waktu  Roh Kudus  tinggal di dalam kita, Roh Kudus tidak menghancurkan identitas kepribadian kita sebagai manusia. Di dalam pengudusan kita menjadi seseorang yang memiliki karakter seperti Allah, tetapi bukan memiliki keberadaan Ilahi.

 

kirim ke teman | versi cetak

Berita "PELAJARAN (PA)" Lainnya